Ulasan berdasarkan artikel “What frustrates you about online journalism?”
Online journalism merupakan salah satu media massa baru yang sangat menjanjikan. Dengan adanya online journalism maka berita bisa disajikan kepada khalayak dengan lebih cepat actual. Pembaca juga bisa membaca suatu berita dimana dan kapan saja. Namun dalam memproduki suatu berita untuk online journalism ternyata ditemukan banyak kendala.
Kecepatan dari online journalism ternyata malah menjadi kendala dalam pemberitaanya. Karena berusaha menyajikan berita dengan tempo yang sangat cepat, seringkali berita yang disajikan menjadi kurang lengkap. Berita langsung disajikan apa adanya walaupun data yang didapatkan masih terbatas. Akibatnya pembaca bisa menyalah artikan suatu berita karena berita yang disajikan tidak mendalam.
Untuk para jurnalisnya sendiri, kecepatan penyajian tersebut menyebabkan mereka sulit untuk menyampaikan ide-ide mereka yang sebenarnya banyak karena kurangnya waktu. Selain itu jurnalis online dianggap tidak mendapatkan respek dari para jurnalis media lain yang muncul lebih dahulu. Mungkin karena berita yang kadang tidak lengkap, jurnalis lain kerap menganggap jurnalis online tidak berbobot.
Lalu dari segi pendapatan, banyak orang menganggap jurnalis online memiliki pendapatan yang tidak besar padahal usaha yang dikeluarkan untuk memproduksi berita cukup besar. Namun ini tidak sesuai dengan yang dikatakan oleh Bruce Byfield, salah satu jurnalis online, pendapatan yang didapatkannya dari online journalism malah besar dan mencukupi kebutuhan hidupnya.
Masalah akhir yang dijumpai adalah masalah teknis, dimana seorang jurnalis online harus mengerti dan menguasai masalah teknis teknologi yang sebenarnya cukup rumit.
Sumber : http://www.ojr.org/ojr/stories/080314vote/
Ulasan mengenai artikel berjudul “Convergence gone wrong?”
Pada masa kini, konvergensi media menjadi hal nyata terjadi dan menjadi hal yang biasa. Sebut saja berbagai penggabungan media seperti siaran televisi bisa diakses melalui internet, media cetak bisa diakes di internet atau radio streaming yang memudahkan pendengar radio untuk mendengarkan siaran favorit meraka dengan lebih mudah. Konvergensi media memang memudahkan kehidupan masyarakat terutama dalam hal mendaptkan berita dan informasi.
Namun, dibalik keuntungan konvergensi media, ternyata bisa menimbulkan penyalahgunaan seperti contoh dalam article Covergence gone wrong, sebuah buku memasak berjudul the William-sonoma cook book memasukan sebuah gambar yang diambilnya dari sebuah video di internet tanpa pengeditan yang membingungkan masyarakat.
Kemudahan untuk mendapatkan gambar/image di internet dalam era konvergensi ternyata membuat media massa lain ceroboh dan menggantungkan diri pada internet yang menyediakan berbagai macam image.
Kesalahan itu seharusnya tidak terjadi, media cetak seperti catalog tersebut seharusnya mengambil gambar yang sesuai atau bisa dilakukan peneditan pada foto tersebut. Ilustrasi untuk media cetak juga seharusnya bisa dibuat sendiri dan tidak seenaknya mengambil dari media internet. Mengambil image dari internet memang mudah namun jika menimbulkan kesalahan, malah merusak isi dan citra dari media cetak tersebut (catalog yang terdapat dalam artikel).
Sumber : http://www.ojr.org/ojr/stories/080319niles/
Ulasan mengenai artikel berjudul “Can your news organization’s current management succeed?”
Suatu media massa bisa bertahan tidak hanya berdasarkan berita dan informasi yang mereka sajikan, manajemen suatu media juga berpengaruh terhadap keberhasilan suatu media. Manajeman media harus mengurus media mereka agar bisa bertahan di tengah persaingan media massa yang sekarang semakin ketat karena munculnya berbagai media massa baru.
Manajeman Media massa tradisional harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Tidak hanya dari segi pemilihan reporternya tapi juga hingga bagian penting seperti staf dan bagian manajemen redaksi . Sumber daya manusia harus diperbaharui, manajemen tidak boleh hanya mengandalkan tenaga professional yang usianya kurang produktif, tapi media massa apapun juga harus memandang potensi dari tenaga professional muda.
Di Indonesia sendiri, Trans TV bisa berkembang menjadi salah satu stasiun yang diakuii dengan mengandalakan tenaga kerja professional muda. Acara mereka semakin variatif daan dari segi kreatifitas juga tidak kalah dengan orang-orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia media massa.
Bandingkan dengan RCTI yang masih mengandalkan tenaga lama, isi dari siaran televisi tersebut masih konservatif dan tidak ada inovasi baru sehingga kadang monoton dan membosankan.
Satu contoh lagi adalah situs facebook yang manajemennya dipegang olek sekelompok orang muda. Sekarang situs itu menjadi salah satu situs yang bayak diminati, banyak diakses dan tentunya menghasilkan pendapatan yang sangat besar.
Nama kelompok kruu:
Nur karina 04120050149
Melinda 04120050176
Fanny Rosalia 04120050170
Gadis Indah 04120050107
www.kruu.wordpress.com
email: nur_naaa@yahoo.co.id